FIFA: Sepak Bola Bukan untuk Dijual!

2026-07-31 17:10:50 By Dembele

FIFA memberikan penjelasan terkait isu rencana penjualan saham Piala Dunia. Organisasi sepak bola dunia itu menegaskan bahwa sepak bola tidak diperjualbelikan.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan berencana membuka kepemilikan saham Piala Dunia melalui pembentukan perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

Melalui perusahaan tersebut, investor swasta akan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dengan pendampingan FIFA bersama perusahaan asal Amerika Serikat, Thrive Eternal, yang memimpin kelompok investor. Ke depan, asosiasi anggota FIFA juga disebut dapat memiliki saham minoritas sehingga memperoleh tambahan pendanaan dari FIFA.

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh The Times, lalu diikuti berbagai media internasional seperti BBC dan Sky Sports.

Keberadaan FFE memicu perdebatan karena dinilai semakin mengarah pada komersialisasi sepak bola. Nantinya, perusahaan itu disebut akan memperluas pengelolaan aspek komersial, mulai dari hak siar hingga penjualan tiket, dengan melibatkan lebih banyak negara anggota dan investor swasta.

FIFA kemudian menyampaikan klarifikasi, meski tidak secara langsung membahas kabar mengenai penjualan saham Piala Dunia. Isu tersebut telah memicu penolakan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA yang dikabarkan siap memboikot ajang tersebut.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan bahwa pembentukan FFE hanya dapat dilakukan apabila memperoleh persetujuan melalui pemungutan suara yang melibatkan seluruh 211 asosiasi anggota.

Usulan tersebut membutuhkan dukungan sedikitnya 50 persen suara atau 106 anggota agar dapat disahkan. Namun hingga saat ini, sebanyak 96 anggota telah menyatakan penolakan, yang mayoritas berasal dari UEFA dan CONMEBOL.

Keputusan akhir mengenai pembentukan FFE dijadwalkan akan ditentukan pada 19 September mendatang.

FIFA juga menegaskan bahwa sepak bola bukanlah aset yang diperjualbelikan. Nilai ekonomi yang dihasilkan melalui skema tersebut nantinya akan dikembalikan kepada seluruh asosiasi anggota melalui program FIFA Forward dengan alokasi sekitar 40 juta dolar AS.